Archive for December 29, 2008

Jaga Mata Anda dari Kerusakan

Bola mata adalah harta yang sangat berharga, tetapi seringkali kita
lalai dalam menjaga fungsi mata ini. Walau kita tidak pernah membayar
untuk mendapatkan karunia penglihatan dari Tuhan, ternyata sedikit saja kerusakan pada mata bisa mengganggu aktivitas, atau bahkan mengeluarkan banyak biaya untuk mengembalikannya kepada kondisi normal.

Seorang teman pernah mengalami “insisi” pada kedua kelopak matanya,
hanya karena terjadi penyumbatan pembuluh oleh debu yang menyebabkan pembengkakan kelenjar. Terlihat sepele bukan? Tapi kini, lampu ultraviolet yang banyak digunakan untuk mengetahui keaslian uang dan sterilisasi, sudah banyak digunakan sebagai lampu aksesoris. Bisa terbayang bahaya yang dihadapi mata kita akibat sinar UV ini.

Tidak sulit untuk menjaga mata agar berfungsi baik dan normal, hanya
butuh sedikit mengkonsumsi sayuran hijau, vitamin A, Vitamin E dan
tetap menjaga mata dari kemungkinan kontak dengan sesuatu yang dapat merusak fungsinya.

Sebuah bukti laboratorium mengklaim untuk pertama kalinya bahwa makan sayuran hijau dapat membantu mencegah katarak karena pengaruh antioksidan yang dikandungnya. Antioksidan yang banyak ditemukan dalam sayuran berdaun hajau seperti bayam dan kangkung dapat melindungi sel mata dari pencahayaan sampai cahaya ultraviolet sebagai penyebab utama katarak.

Klaim ini disampaikan para peneliti Amerika yang menemukan antioksidan lutein dan zeaxanthin hampir 10 kali lebih mujarab dibanding vitamin E dalam melindungi sel mata dari kerusakan yang disebabkan ultraviolet.

Walaupun vitamin E merupakan sumber antioksidan lain yang dapat
mengurangi resiko penyakit mata. Karena ituah produsen vitamin sering
kali menambahkan Lutein dan Zeaxanthin dalam produk mereka.
Namun demikian menurut peneliti dari Ohio State University sampai
sekarang belum ada penelitian biokimia yang mendukung kalau sayuran
hijau itu dapat membantu melindungi mata.

Katarak adalah salah satu penyakit mata yang dapat menyebabkan
kerusakan lensa mata dan memicu masalah penglihatan yang serius dimana 71% mereka yang berusia 85 tahun memiliki katarak yang buruk yang mempengaruhi penglihatannya dan wanita sebagai penderita lebih banyak di banding pria.

Sumber : visionnet

Leave a Comment

Olah Raga Dapat Mempercantik Kulit

SETIAP wanita tentu menghendaki kulitnya halus mulus. Namun tak sedikit yang tahu cara merawatnya agar kulitnya menjadi demikian. Berikut ada beberapa cara untuk menjaga kecantikan kulit.

Prinsip utama untuk itu adalah mencegah proses penuaan kulit. Menjaga dari paparan sinar matahari, mengonsumsi bahan makanan yang baik dan produk yang digunakan juga harus dipilih yang tepat. Lebih dari itu, sikap mental juga harus selalu positif.

Lakukan perawatan kulit wajah secara teratur, meliputi pembersihan kulit,penggunaaan scrub, memperbaiki sirkulasi darah dan getah bening dengan massage, pemberian nutrisi dengan ampul, serum, gel atau masker yang mengandung bahan-bahan yang dapat melembabkan kulit dan berfungsi sebagai antioksidan.

Perbanyak makan sayur dan buah-buahan segar dan berwarna sebagai sumber nutrisi dan antioksidan untuk menjaga kecantikan kulit. Hindari junkfood dan produk olahan lainnya.

Konsumsilah produk yang berasal dari kacang kedelai seperti tahu, tempe dan susu kacang kedelai. Memakan kurma, dong quai, ginseng dan meminum teh yang berasal dari biji adas juga dapat membantu kecantikan kulit, karena bahan-bahan tersebut adalah sebagai sumber estrogen alami.

Minumlah air putih 2,5 liter per hari untuk menjaga kelembaban kulit dan kurangilah meminum kopi dan softdrink. Minumlah teh hijau minimal 2 cangkir sehari karena mengandung antioksidan yang lebih potensial dibanding vitamin C. Dapat juga mengonsumsi suplemen antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E,vitamin B-kompleks, mineral, selenium dan zinc.

Jangan lupa lakukan olahraga aerobik, jogging, senam, berenang dan lain-lain minimal 3 kali dalam seminggu selama 30 menit setiap kali. Hal tersebut memperlancar aliran darah dan getah bening sehingga nutrisi dan oksigen pada sel-sel kulit lebih baik dan mempercepat pembentukan sel kulit baru.

Leave a Comment

Magnet Mengobati Serangan Migrain

kastini
Sakit kepala karena migrain yang datangnya sewaktu-waktu dapat segera disembuhkan dengan alat ini. Bekerja dengan teknik transcranial magnetic stimulation (TMS), alat ini dapat menghentikan pusat timbulnya rasa sakit di kepala.

Medan magnet berkekuatan besar yang dihasilkan alat tersebut dapat mempengaruhi aktivitas sel-sel syaraf otak. Dua percobaan klinis terhadap manusia menunjukkan bahwa pemberian TMS ke otak pada fase awal serangan migrain dapat menghentikan pertumbuhan rasa sakit.

Ide menggunakan medan magnet berawal dari pendapat bahwa migrain disebabkan penyebaran bagian neuron tertentu di bagian permukaan otak yang menyebabkan otak lelah. Neuron yang aktif bekerja ini diketahui mengaktifkan sensor sakit karena memperlebar pembuluh darah di otak. Medan magnet yang dihasilkan alat penghasil TMS menghentikan aktivitas neuron dengan cara menekan penyebaran neuron.

Sekitar 10 persen penduduk AS, misalnya, menderita penyakit migrain. Serangan migrain biasanya didahului dengan cahaya atau titik hitam yang dilihat oleh penderita atau gangguan sistem syaraf seperti perasaan geli.

Yousef Mohammad di University Ohio State Medical Center, Columbus, AS dan koleganya mempelajari 43 pasien yang merasakan serangan tersebut. Bagian belakang kepala setengah dari pasien diberi TMS dalam waktu singkat dan sisanya diberi placebo yang biasa dipakai untuk mengobati migrain.

Setelah dua jam, sekitar 70 persen pasien yang diberi TMS melaporkan bahwa mereka merasa lebih baik bahkan tidak merasakan sakit lagi. Sedangkan yang diberi placebo hanya 48 persen yang merasa lebih baik. Temuan ini dilaporkan Mohammed dalam pertemuan American Headache Society (AHS) di Los Angeles

Kecenderungan yang sama juga dilaporkan Adrian Upton, seorang ahli otak dari McMaster University di Ontario, Kanada terhadap 42 penderita migrain berat awal tahun yang lalu. bahkan, ia mengatakan bahwa pasien-pasien tersebut merasa jauh lebih baik setelah mendapatkan tiga kali pengobatan dengan TMS.

Alat berukuran portabel telah diproduksi NeuraLieve dan dapat digunakan siapa saja. Meskipun demikian, perusahaan yang bekerja sama dengan Mohammed dan Upton masih melakukan uji klinis agar alat tersebut mendapat pengakuan aman dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA).

Leave a Comment

Older Posts »