Teknik Menghemat Bahan Bakar

Gaya Berkendara dan Konsumsi BBM

Konsumsi bahan bakar adalah perkara yang sensitif bagi pengendara mobil. Semakin irit pemakaian bahan bakar, pemilik kendaraan tentu semakin senang. Tak heran bila di komunitas pecinta otomotif, selalu ramai dengan diskusi dan sharing mengenai tips agar mobil tidak boros.

Seperti yang berhasil ditemui astraworld.com di sebuah milis Panther. Di milis itu ada pemilik Panther (2.300cc) yang bertanya tentang konsumsi bahan bakar mobilnya. Ia mengaku pemakaian bbm Panther-nya mencapai 1:8.5. Ini untuk kondisi dalam kota dengan AC menyala. `Padahal dari yang sering saya dengar, kalo pemakaian bbm Panther 2.300 cc itu antara 1:10 s.d 1:12,` tulisnya di milis itu. `Apakah Panther saya termasuk boros?` katanya.

Kebetulan, Widayat D. Buntoro, punya jawaban menarik. Kontan saja, salah satu pengendara Panther (2.300 cc) ini mem-posting pengalaman dan temuannya. Ia mengaku semula juga mengalami hal yang sama dengan si penanya. Tapi, lama kelamaan ia menemukan trik jitu. Ternyata, konsumsi bahan bakar mobil juga sangat ditentukan oleh gaya berkendara, style nyetir.

Hasilnya cukup fantastis. Kalau pertama kali ia mengendarai Panther konsumsi solarnya mencapai 1:8, sekarang bisa 1:11 (dalam kota), dan 1:15 (luar kota). `Waktu keluar kota, penuh muatan dan pasang AC,` katanya.

Seperti apakah gaya menyetir yang dimaksud Widayat? Ada dua hal utama, pertama; tidak ngebut. Karena, menurutnya, mobil dengan mesin diesel memang tidak diciptakan untuk kebut-kebutan. `Santai saja,` katanya. Syarat pertama ini memang agak sulit. Apalagi bila gampang terpancing aksi salip-salipan yang dilakukan pengendara lain di jalan raya.

Kedua, ia selalu mengoper gigi persneling bila mesin sudah mencapai 2.700 s/d 3000 rpm. `Sebetulnya ini tips umum sih,` katanya. `Yang jelas, kalau coba dirasakan, lama kelamaan bisa ketemu nyetir yang pas,` lanjut pria yang sudah lama berkendara ini.

Apa yang disampaikan Widayat memang benar dan wajar. Sebetulnya, tips ini tidak hanya berlaku pada mesin diesel atau Panther. Hubungan antara gaya berkendara dan irit bahan bakar juga berlaku pada seluruh bahan bakar dan jenis mobil.

Suwarno, Technical and Training Staff Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld, menambahkan bahwa pada dasarnya konsumsi bahan bakar memang bisa dimaksimalkan (tidak boros) dengan memperhatikan beberapa hal:

Jangan menginjak pedal gas dengan menghentak.
Injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan diisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot.

Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan.
Saat memindahkan gigi persneling, alangkah baiknya pada rpm yang sesuai spesifikasi kendaraan. Spesifikasi ini dapat dilihat pada buku manual kendaraan. Di brosur iklan biasanya juga terpampang keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) dalam satuan kgm/rpm.

Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah penurun kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.

Periksa kondisi HC dan CO.
Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/ kerusakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Untuk mengetahuinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).

Hubungan beban serta penggerak terhadap konsumsi bahan bakar.
Faktor lain yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak diantaranya, kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda. Bila komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil mejalu. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penyematan ban dan velg besar, termasuk juga mempengaruhi konsumsi bbm.

(astraworld)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s